PENGARUH KEMAMPUAN VERBAL DAN PENYESUAIAN DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

PENGARUH KEMAMPUAN VERBAL DAN PENYESUAIAN DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

PENGARUH KEMAMPUAN VERBAL DAN PENYESUAIAN DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

 

Endah Setyarini

(10004048)

Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA UST

 

Abstrak

Peningkatan kualitas pendidikan dapat diketahui dari hasil akhir pendidikan, yang dapat dilihat dari prestasi belajar. Banyak hal yang mempengaruhi prestasi belajar matematika peserta didik, diantaranya adalah kemampuan verbal dan penyesuaian diri. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui hubungan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar matematika, 2) mengetahui hubungan penyesuaian diri terhadap prestasi belajar matematika, 3) mengetahui hubungan antara kemampuan verbal dan penyesuaian diri terhadap pretasi belajar matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pedekatan kuantitatif. Dalam penelitian nanti diperoleh Variabel bebasnya adalah kemampuan verbal (X1) dan penyesuaian diri (X2) Sedangkan prestasi belajar matematika sebagai variabel terikat (Y). hasil analisis data menunjukkn nilai koefiien korelasi variabel X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y apakah lebih besar dari r table, sehingga Ho dtolak. Besarnya pengaruh antara kemampuan verbal (X1) dan penyesuaian diri (X2) terhadap prestasi belajar matematika (Y) dapat dilihat dari hasil perhitungan teknik regresi ganda.

 

Kata kunci : kemampuan verbal, penyesuaian diri, prestasi belajar

lengkap :PENGARUH KEMAMPUAN VERBAL DAN PENYESUAIAN DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA.pdf

EFEKTIFITAS PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

EFEKTIFITAS PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION

Abstrak

  Kompetensi berpikir divergen, kritis, dan kreatif di kalangan peserta didik adalah sangat penting dalam era persaingan global, karena tingkat kompleksitas permasalahan dalam segala aspek kehidupan modern semakin tinggi. Pendekatan tematik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk secara mendalam mengkaji topik-topik matematika yang dikemas secara menarik dan kontekstual, sedangkan pemecahan masalah matematika terbuka memberikan kesempatan luas untuk melakukan investigasi masalah matematika secara mendalam, sehingga siswa dapat mengkonstruksi segala kemungkinan pemecahannya secara divergen, kritis dan kreatif.

Artikel ini bertujuan (1) mengkaji hakikat pendekatan tematik dalam pembelajaran matematika dan kesesuaiannya dengan tuntutan KBK, (2) mengakaji pendekatan pembelajaran matematika berorientasi pada pemecahan masalah matematika terbuka, (3) mendeskripsikan pengertian kompetensi berpikir divergen, kritis, dan kreatif, beserta indikator-indikatornya, dan (4) memberikan contoh model pemecahan masalah matematika terbuka untuk mengembangkan kompetensi berpikir divergen, kritis, dan kreatif dalam pembelajaran matematika.

 

Kata kunci: pendekatan tematik, pemecahan masalah matematika terbuka, kompetensi matematis tingkat tinggi, berpikir divergen, kritis, dan krEATIF.

MAKALAH LENGKAP :RME REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION

LOGIKA EKSLUSIVE

LOGIKA EKSLUSIVE

 E-LOGIC

Nama : Eko Budi Pranyoto

Nim : 10004148

Abstrak

Logika merupakan  hal sangat penting dalam matematika. Hampir semua bidang dalam matematika dimulai dari logika. Sebagian besar perkembangan matematika seperti teori himpunan, analisis real, teori bilangan, struktur aljabar, kalkulus dan lain-lain berasal dari logika inclusife, sedangkan dalam logika eksclusif belum ada yang meneliti secara jauh bagaimana efek dari logika eksklusif bila diterapkan dalam matematika. Logika ekslusif ini memiliki nilai kebenaran “salah”  apabila ada dua pernyataan memiliki nilai kebenaran sama dan  memiliki nilai kebenaran “benar” untuk yang lain. Hal yang paling pokok jika kita ingin mengubah cara pandang matematika menggunakan logika eksklusive maka kita harus mengetahui perubahan  utama dalam teori himpunan terlebih dahulu Dimulai dari dasar tersebut dapat diperoleh sebagai contoh yakni bila diterapkan dalam operasi pada himpunan misalnya  gabungan, irisan, pengurangan, penjumlahan dan operasi lain dalam himpunan. Penggunaan logika eksklusif ternyata memberikan dampak  yang luar biasa terutama bila operasi tersebut berhubungan dengan disjungsi.

Keyword : logika, ekslusif, e-logic

Materi lengkap ada di :LOGIKA EKSLUSIVE

CONTOH SKRIPSI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

CONTOH SKRIPSI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
MAKE A-MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI
DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
KELAS VII A SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA
TAHUN PELAJARAN
2013 / 2014

ABSTRAK
Irnaeni Aqna. 10004136. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Make A-Match Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika
Siswa Kelas VII A SMP Negeri 15 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2013/ 2014.
Jurusan/ Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, 2014.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembelajaran
kooperatif tipe make a-match dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar
matematika siswa kelas VII A SMP Negeri 15 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/
2014.
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif
tipe make a-match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika
siswa kelas VII A SMP Negeri 15 Yogyakarta tahun pelajaran 2013/ 2014.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 15 Yogyakarta, dengan
jumlah siswa 36 orang. Obyek dalam penelitian ini adalah motivasi dan hasil
belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
Make A-Match. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan
teknik observasi, teknik angket, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data
observasi secara deskriptif, yaitu mendeskripsikan kegiatan selama proses
pembelajaran, analisis hasil angket motivasi belajar dengan menghitung nilai
persentase tiap indikator angket motivasi belajar siswa, analisis hasil belajar
dilakukan dengan menghitung rata-rata nilai siswa yang memenuhi KKM.
Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah diterapkan pembelajaran
matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a- match, motivasi
dan hasil belajar matematika mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan
adanya peningkatan rata- rata persentase motivasi siswa yang dilihat dari hasil
angket motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 67,03% meningkat menjadi
81,71% pada siklus II. Selain itu hasil belajar matematika siswa juga mengalami
peningkatan dari kemampuan awal siswa nilai rata-rata sebesar 63,86 menjadi
72,38 pada siklus I dan pada siklus II nilai rata-rata menjadi 78,64 dengan
persentase pencapaian KKM 80,56%. Dengan demikian guru disarankan untuk
menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a- match sebagai alternatif
untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Kata kunci: Motivasi, Hasil Belajar, Make A- Match