Puisi untuk Ibu di Wisuda

Puisi untuk Ibu di Wisuda

 

Hari ini adalah hari yang bahagia yang ada di ruangan ini

kebahagiaan akan lebih lengkap apabila dikelilingi oleh orang yang kita cintai,

berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tak diragukan lagi ketulusan cintanya,

dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita.

yaitu keluarga terutama orangtua. keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini tidak terlepas dari cinta kasih sayang dukungan serta bimbingan dari orang tua, bahagiaku surga mereka deritaku pilu mereka berdua.

karya Feby

aku berdiri mengenakan toga di jalan setapak yang gelap,

padanganku tertuju didua orang di kejauhan sana dengan senyuman yang tak asing dimataku.

dua orang yang sangat aku hargai dan dua orang yang sangat aku hormati, aku cintai dan aku sayangi.

ya mereka papa dan mamaku. dengan disertai senyuman aku menghampiri mereka.

seiring langkah telintas dibenakku atas apa yang aku lakukan terhadap hidupku selama ini.

mama yang telah mengandungku Sembilan bulan, mama yang telah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir didunia ini, mama juga yang telah merawatku sebagai tanda kasih saying.

papa yang telah mendidikku, papa yang rela kerja banting tulang iklhas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup detik demi detik hari demi hari bahkan tahun demi tahun, apakah yang dapat aku lakukan untuk membalas mereka, sering aku tutup kuping gak mendengarkan mereka, sering banget aku bohongi mereka demi kepuasanku, sering aku melawan jika mereka marah karena kenakalanku, sering juga aku banting pintu dihadapan mereka jika mereka tak mengabulkan permintaanku, dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kotor yang tak patut keluar dari bibirku. dasar cerewet, katrok kuno kolot, tapi apakah mereka menyimpan rasa dendam kepadaku.

tidak, tidak sama sekali mereka dapat tulus memaafkan kekilafanku, mereka tetap menyayangiku dalam doa-doa setiap hembusan nafas mereka, bahkan mereka tetap menyebut namaku setiap hebus doa-doa hingga aku seperti sekarang ini, ya tuhan betapa durhakanya aku, tak sadarkah aku, bahwamereka orang yang sangat berarti, langkah-langkahku terhenti dihadapan mereka. kupandangi mereka inchi demi inchi, badan yang dulu tegap kekar kini mulai membungkuk,rambut yang dulu hitam kini mulai memutih kulit yang dulu kencang kini mulai berkeriput,kutatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata bahagia, air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini, kucium tangan mereka kupeluk mereka sambil berkata terima kasih mama terimakasih papa.

Memiliki nilai tinggi bukanlah satu-satunya jalan kebahagiaan bagi pelajar.

nilai-rajamath

Memiliki nilai tinggi adalah impian dari setiap anak, guru dan orang tua tetapi bukan berarti kita harus menghalalkan segala cara agar anak kita memiliki nilai tinggi. Memiliki nilai tinggi atau Indeks prestasi (IP) merupakan impian setiap peserta didik baik dari usia dini sampai mahasisiwa. Banyak orang tua yang mengeleskan anak-anknya agar mendapat nilai tertinggi bahkan sampai memforsir anaknya. Tidak hanya itu dalam keadaan Indonesia beberapa tahun lalu Nilai UN juga menjadi tolok ukur keberhasilan siswa. Tidak salah tetapi hanya kadarnya yang belum tepat.  pepatah mengatakn “Senar Gitar jika dikencangkan nyaring bunyinya tetapi semakin dikencangkan akan putus, jika di kendorkan suaranya juga akan fals dan tak keluar suara”.Kembali ke Nilai Tinggi Meskipun nilai tinggi impian banyak orang tetapi ada bebarapa orang yang tidak bahagia mendapatkan nilai tinggi salah satunya adalah Erica Goldson. Ia adalah lulusan terbaik di Coxsackie-Athens High School di New York. Berikut adalah cuplikan pidatonya ketika ia di wisuda
“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”

apabila ingin menonton vidionya ada di http://www.youtube.com/watch?v=9M4tdMsg3ts&feature=player_embedded#!

Sebagai seorang Guru atau Orang tua kita harusnya bahagia dan menangis mendengar apa yang dituturkan Erica.

Pendidik dan orang tua harusnya tidak menjadikan nilai tinggi sebagai hal utama tetapi juga tidak menyepelekannya. Memperhatikan kebutuhan mereka dan mempunyai takaran yang pas adalah hal yang tepat untuk mereka.

Sebagai pelajar kita seharusnya tahu bagaimana dan dimana takaran/ letak kita sekarang. Jadilah bersemangat dengan apa yang anda lakukan untuk hari ini. Dan jangan terlarut-larut menyesal terhadap apa yang lakukan kemarin, berusahalah hari ini juga karena anda hidup di masa ini bukan di masa depan atau masa lalu.

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET

 

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET

Ada beberapa konsep yang perlu dimengerti agar lebih mudah memahami teori perkembangan kognitif piaget:

  1. Intelegensi
  2. Organisasi
  3. Skema
  4. Asimilasi
  5. Akomodasi
  6. Ekuilibrasi
  7. Adaptasi
  8. Pengetahuan Figuratif dan Operatif

Intelegensi

Claparede dan Stern mendefinisikan intelegensi sebagai suatu adaptasi mental pada lingkungan baru. Garndner menjelaskan intelegensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan-persoalan atau menghasilkan produk.

Menurut Piaget, intelegensi mencakup adaptasi biologis, ekuilibrium (kesetimbangan) antara individu dan lingkungan, perkembangan yang gradual, kegiatan mental, dan kompetensi.

Organisasi

Organisasi adalah suatu tendensi yang umum untuk semua bentuk kehidupan guna mengintegrasikan struktur, baik psikis maupun psikologis, dalam suatu sistem yang lebih tinggi.

Contoh: seekor ikan mempunyai sejumlah struktur yang memungkinkan ia berfungsi dalam air.

Skema

Skema adalah suatu struktur mental seseorang dimana ia secara intelektual beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Contoh: gambaran anak tentang lembu, pertama pemahaman lembu hanya sebatas cerita dari orang tua, semakin lama ia akan banyak pengalaman dengan bermacam-macam lembu.

Asimilasi

Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep atau pengalaman baru ke skema atau pola yang sudah ada didalam pikirannya.

Contoh: sama dengan skema, tetapi dalam perjalanan hidupnya menemukan bermacam-macam lembu.

Akomodasi

Akomodasi adalah proses pembentukan skema baru atau mengubah skema yang lama.

Contoh: seorang anak mempunyai suatu skema bahwa benda yang padat akan tenggelam dalam air. Suatu hari ia melihat benda padat tidak tenggelam, sehingga ia mengubah skema lamanya dengan membentuk skema baru yang berisi: “tidak semua benda padat tenggelam dalam air”.

Ekualibrasi

Ekualibrasi adalah proses bergeraknya dari keadaan disekuilibrium ke ekuilibrium. Ekuilibrium yaitu pegaturan diri mekanis yang perlu untuk mengatur kesetimbangan proses asimilasi dan akomodasi, sedangkan disekuilibrium adalah keadaan tidak setimbang antara asimilasi dan akomodasi.

Ekualibrasi membuat seseorang dapat mengatukan pengalaman luar dengan struktur dalamnya (skema).

Adaptasi

Adaptasi adalah penyesuaian diri. Adaptasi terjadi dalam suatu proses asimilasi dan akomodasi

Contoh: Semua orang dilahirkan dengan suatu kecenderungan untuk beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan lingkungannya.

Pengetahuan Figuratif dan Operatif

Pengetahuan Figuratif didapatkan dari gambaran langsung seseorang terhadap objek yang dipelajari. Misalnya, pengetahuan akan nama-nama barang-barang dan nama-nama kota.

Pengetahuan Operatif didapatkan karena orang itu mengadakan operasi terhadap objek yang dipelajari. Misalnya pengetahuan anak akan kaitan nama kota dengan situasi manusianya dan dengan kota-kota yang lain.

 

 

 

SATU PARADIGMA BEDA PERSPEKTIF

SATU PARADIGMA BEDA PERSPEKTIF

SATU PARADIGMA BEDA PERSPEKTIF

Salah satu perusahaan di luar negeri yang bergerak dalam bidang pakain celana dalam mengirimkan  2 orang ke sebuah daerah terpencil di daerah suku pedalaman. Dengan tujuan mencari konsumen atau ladang baru untuk pengembangan perusahaanya. Dua orang marketing yang di tunjuk sebagai perwakilan perusaahaan ini akhirnya tiba di daerah tersebut. Setelah melihat keadaan dan melakukan observasi di daerah tersebut akhirnya mereka kembali dan menceritakan keadaan yang ada disana kepada pimpinan perusahaannya. Salah seorang dari marketing tersebut berkata kepada pimpinan perusahaan “Maaf pimpinan, Bagaimana mau jual celana dalam jika penduduk di sana semua telanjang dan tidak memakai pakaian, jadi saya kira mustahil mereka mau pakai celana dalam boss”.

Setelah mendengar hal tersebut kemudian pimpinan memanggil orang marketing yang kedua. berbeda dengan utusan marketing yang pertama, Ia bilang kepada pimpinannya “ Boss kita punya lahan yang bagus di sana, semua penduduk disana tidak memakai celana dalam, jadi di sana banyak konsumen yang membutuhkan produk kita”.

Dari cerita di atas kita apa yang dapat kita simpulkan? Dari tempat yang sama tetapi memiliki cara pandang yang berbeda yang satu optimis dan satunya pesimis.Terkadang hal sama juga muncul ketika kita bekerja, pulang kerja biasanya jam 5 PM. Waktu menunjukkan pukul 4.45 PM ada temen kita yang bilang  tinggal 15 menit yuk kita kemas-kemas. Ada juga teman kita yang bilang ayo kita selesaikan tugas berikutnya mumpung masih 15 menit. Dalam keadaan yang sama setiap manusia memiliki cara pandang yang berbeda. Hal tersebut akan dipengaruhi oleh perkembangan pengetahuan sehingga mereka memiliki cara pandang dan pola pikir berbeda. Menurut penelitian di Negara berkembang, pola pikir positif akan menunjang paradigma munculnya ilmu baru, sedangkan pola pikir negative akan mempengaruhi kemerosotan baik dalam ilmu maupun teknologi. Dalam buku The power Of Mind dijelaskan bahwa apa yang ada pikirkan itulah yang akan terjadi. Jadi Sudahkah anda memikirkan hal-hal positif hari ini???

“SIAPA YANG MENDORONG SAYA BAGINDA ?”

“SIAPA YANG MENDORONG SAYA BAGINDA ?”

Siapa yang mendorong saya Baginda

Dikisahkan Seratus abad yang lalu terdapat sebuah kerajaan bernama Singapraja rajanya bernama Arta Gumilar dan memiliki putri cantik Dewi Ganda Arum. Raja ini sangat kaya, bahkan istananya lebarnya 100 ha semua perpilar emas 24 karat . Dalam suatu perayaan Raja Gumilar mengadakan perjamuan besar di istananya. Dalam perjamuan tersebut Hadir utusan 18 kerajaan tetangga yang ada di sekitar kerajaan Singapraja. Semua makanan dan sajian lezat terhidang di meja. Tidak hanya kerajaan tetangga rakyat Singapraja pun ikut Berpesta pora. Ada yang istimewa dalam perjamuan Kali ini, Raja Gumilar  sudah mempersiapkan sayembara. Petinggi kerajaan sudah membuat kolam yang berisi penguasa air diantaranya 10 buaya buas, 10 ekor ular, 25 ikan piranha dan masih banyak hewan air yang buas di masukan ke dalam kolam. Sang Raja telah menyediakan empat pilihan hadiah bagi yang mampu berenang melewati rintangan tersebut. Salah seorang dari pengawal kerajaan mengumumkan Hadiah, yang pertama 1 istana plus selir-selir cantik, hadiah kedua Kebun Gandum 100 Ha plus cangkul, Ketiga akan dinikahkan dengan putrinya Dewi Ganda Arum dan yang terakhir 50 Kg emas murni. Belum selesai pengumuman, tiba-tiba terdengar seseorang  pemuda menjebur diri dan berenang secepat kilat berusaha melewati kolam tersebut. Semua yang hadir ternganga melihat aksi pemuda yang tampan. Mereka yang hadir penasaran dan ingin tahu apa yang membuatnya termotivasi sedemikian hingga ia berani berenang di kolam tersebut. Setelah pemuda selesai melewati kolam tersebut, Baginda raja mendekati dan menanyakan “hadiah mana yang ingin kamu ambil?”

Pemuda tersebut menggelengkan kepala sambil terengah-engah.

“apa yang kamu inginkan” Lanjut sang Raja.

“saya hanya ingin tahu siapa yang mendorong saya baginda”

Dari cerita tadi kita dapat bercermin bahwa terkadang motivasi itu hadir karena dorongan yang kuat. Dalam dunia kerja kadang kita lebih produktif jika kita diawasi atau ditakut-takuti oleh atasan. Sehingga terkadang ketika atasan tidak ada kita menjadi malas. Berbeda dengan jika kita bekerja dengan dedikasi tinggi, ada atasan atau tidak kita tetap produktif dalam bekerja.

Dorongan dalam menciptakan karya terbaik untuk diri sendiri atau orang lain dalam bekerja adalah seni kehidupan masing-masing manusia. Sudahkah anda mendapat dorongna yang kuat???

Jangan Jadi Budak Kitab Suci

ktabsucirajamath

Dahulu kala hiduplah seorang guru yang mendirikan aliran agama tertentu. Semua yang ada di desa itu percaya Guru tersebut adalah orang yang terpelajar dan maha tahu. Ia memiliki pengikut yang luar biasa banyaknyaa bahkan sampai ribuan. Guru tersebut memiliki pengikut yang mencatat segala petunjuknya dalam sebuah buku. dalam beberapa tahun buku itu menjadi banyak dan memuat semua petunjuk gurunya hingga akhirnya dianggap sebagai kitab suci pedoman bagi umatnya. Para umat tidak diperkenankan atau bertindak tanpa merujuk terlebih dahulu kepada kitab suci tersebut. Apa pun yang merekan lakukan, katakan dan kemanapun mereka pergi pengikutnya selalu mencari petunjuk dan kembali berdasarkan apa yang ditulis di kitab tersebut. Suatu hari ketika sedang melintasi sebuah jembatan kayu gurunya tersebut jatuh ke dalam sungai. Para pengikutnya ada di sana, tapi tak ada satupun yang tahu harus berbuat apa. Jadi akhirnya membuka dan mencari petunjuk dan membuka kitab suci. Halaman demi halaman di buka satu-persatu tetapi sampai halaman tengah masih belum ada yang menemukanya.

Sang Guru Meminta pertolongan. ” Tolong-tolong” jerit sang Guru.

“aku tak bisa berenang”.

“Tunggu Sebentar Guru, Jangan terburu-buru tenggelam dulu”demikian pengikutnya memohon kepada gurunya.

“kami masih mencari cara untuk menolong guru dalam kitab suci, soalnya belum ketemu petunjuk dalam kitab suci untuk menolong guru yang mau tenggelam”.

Hampir 1 jam pengikutnya membolak-balik buku kitab suci itu sampai halaman terakhir dan akhirnya tak ketemu.

mereka melihat gurunya sudah tak berteriak dan akhirnya gurunya lenyap.

apa yang dapat dipetik dari kisah di atas?

Kita harus menggunakan pendekatan yang bijaksana dan tidak seperti budak-budak kitab suci. Memang tidak ada larangan untuk meyakini gagasan usang dan konservatif tetapi paling tidak kita gunakan akal sehat kita untuk menghadapi kehidupan.

 

Roti Gosong Untuk Ayah

Roti Gosong Untuk Ayah

“Roti Gosong untuk Ayah”

Ketika saya masih kecil, Ibu suka membuat sarapan dan makan malam.
Suatu malam, setelah ibu bekerja keras sepanjang hari, ibu menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.
Saat itu saya menunggu apa reaksi ayah.
Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.
Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya.

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu.
Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan, “Sayang, jangan khawatir, aku suka roti panggang yang gosong”.

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong?
Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun”.
“Tahu kah kamu nak apa yang menyakiti hati seseorang?
*”KATA KATA KASAR”.*

Lalu ayah melanjutkan, “kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna. Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal. Yang ayah pelajari adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan. Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis.
Hidup itu terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian.
Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi yang lainnya…”.

Sahabat dan saudaraku….,

Yang indah hanya sementara.

Yang abadi adalah kenangan.

Yang ikhlas hanya dari hati.

Yang tulus hanya dari sanubari.

Tidak mudah mencari yang hilang.

Tidak mudah mengejar impian.

Namun yang lebih susah mempertahankan yang sudah ada.
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga.

Ingatlah pada pepatah,
“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”.

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif….

Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yang luar biasa, namun…
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi,
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki.
Apalagi yang mau diperebutkan!
Apalagi yang mau disombongkan!

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan jiwa ( tahu diri ).

Jangan terlalu perhitungan.

Jangan hanya mau menang sεndiri.

Jangan suka sakiti sesama.

Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang.

Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah.

Belajarlah, lepaskan beban hidup dengan ceria ( perubahan diri ).

Tak ada yang tak bisa diikhlaskan….

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan…

Tak ada dendam yang tak bisa terhapus… ( jiwa besar ).

Sahabat dan saudaraku….
Setiap detik hidup ini adalah Penumpukan perbuatan baik ( kebajikan ).
Tak ada satupun hal yg jelek bila kita berpikiran yg baik dan benar ( muncul Kesadaran ).
Tapi sudahkah kita bersyukur?

Tetap semangat-tetap sabar-tetap tersenyum walaupun penderitaan masih ada. itu adalah sarana karunia kebajikan yang akan menyempurnakan diri menuju kedewasaan dan peningkatan kualitas jiwa yang baik sekali dalam hidup kita untuk akan datang.

Tokek yang Tuli

tokek rajamath

Tokek yang Tuli

Alkisah di negeri binatang sedang diadakan pesta besar di istana raja Singa, disana berbagai binatang dari belahan dunia diundang dan berunjuk gigi untuk menunjukan kemampuan masing-masing. Dari uji kecepatan, kekuatan, dan ketangkasan semua dipertandingkan di istana Raja Singa. Disalah satu arena terdapat sebuah pertandingan yang unik, pesertanya adalah tokek-tokek liar dari hutan dan perkampungan. Di tempat ini tokek-tokek ini memanjat pohon bambu yang dilumuri dengan minyak kelapa (mungkin kalau di dunia manusia disebut dengan panjat pinang). Hadiahnya cukup menggiurkan yakni tinggal di istana Raja selamanya dengan tokek-tokek cantik dan segala kebutuhan hidup tokek dipenuhi semua. Terdapat 28 peserta tokek yang ikut dalam pertandingan ini.aturanya cukup mudah Setiap tokek yang memanjat dan jatuh diberi kesempatan lima kali untuk mencoba kembali, jika sudah ada yang tokek sampai puncak maka pertandingan berakhir.

Dewan juri meniup peluit pertanda permainan sudah dimulai, tokek-tokek yang memulai memanjat baru beberapa detik mereka sudah berjatuhan. Para penonton diantaranya sang cicak, kadal dan ular semakin histeris dan bersorak sorak. ada yang memberi semangat ada yang meremehkan dan banyak yang mencerca. Detik bergulir berganti menit Tokek tokek banyak yang jatuh dan tereliminasi. hanya tinggal 4 tokek yang tersisa diantaranya ada yang berbadan kecil dan kurus. Penonton mulai tak sabar dan menceletuk “sudah-sudah Tokek-tokek kurus kalian tak akan bisa sampai puncak”. Penonton yang lain menyahut “Sudah jangan hanya karena iming-iming engkau akan terjatuh samakin tinggi”.

Tidak hanya itu cicak-cicak juga mulai berceloteh “ waktu tahun kemarin juga gak ada dari kami yang bisa sampai puncak, menyerah sajalah”.

Sang dewan juri mulai angkat bicara “Hu dasar keras kepala. ini pertandingan memang kami buat supaya tak ada yang menang jadi turun sajalah”.

Tiga tokek lainnya sudah gugur tinggal satu tokek yang paling kurus yang mendekat dan  tinggal 20 cm lagi sampai titik puncak.

Tiba-tiba Sorak-sorak Gembira mulai terdengar dari penonton terharu atas perjuangan tokek kurus. Bahkan tokek-tokek yang jatuh duluan merasa terkesima atas kegigihan dan ikut memberi semangat. Setelah sampai puncak, banyak penonton yang penasaran apa rahasianya. Setelah ditanya dan diwawancarai ternyata usut punya usat tokek yang menang tersebut tuli.

Sifat mendasar yang masih sering diperbincangkan manusia yaitu lebih mudah menceritakan hal-hal negative dari pada hal hal yang positive. Sebagian banyak orang lebih bisa menerima hal negative yang mampu menurunkan motivasi hidup mereka. Sehingga banyak orang yang sukses lebih berprioritas pada diri sendiri dari pada mendengarkan celotehan tetangga tentang hal negative.

Belajar dari sang tokek, terkadang kita harus tuli mendengarkan apa kata orang tentang hal-hal buruk  tentang kita. Tuli disini berarti kita harus intropeksi diri terhadap isu yang beredar di lingkungan mengenai diri kita.

Ketika Pintar itu Jadi Bodoh

kecerdasan Emosional
kecerdasan Emosional

Ketika pintar itu Bodoh

Tidak selalu seseorang yang pintar itu benar dan selalu berbuat dengan kebijaksanaan. Menurut Daniel Goleman kecerdasan secara akademis kurang begitu berpengaruh dengan kecerdasan emosional.

Alasan tersebut didukung oleh bukti sebuah cerita dari sebuah Sekolah Menengah Atas di Florida. Seorang Siswa bernama Jason adalah salah satu peserta didik terpandai di sekolah itu. Ia memimpikan dan becita-cita kuliah di Havard. Tetapi salah seorang Guru Fisikanya bernama Pulogruto memberikan nilai 80 kepada Jason (nilai 80 dianggap Jason Hanya B dan akan menghalanginya masuk ke Perguruan Tinggi yang ia impikan selama ini). Karena tidak puas dengan hal ini maka Jason membawa sebilah pisau dan berniat menusuk guru fisikanya di Laboratorium. Karena kasus ini maka dibawalh kedua belah pihak Ke meja hijau. disana ditetapkan bahwa Jason tidak bersalah, dengan alas an Hakim bahwa Jason Hanya gila sesaat.

Kemudian Jason pindah ke SMA swasta terdekat, disana ia lulus dengan predikat dilai sempurna dan nilai rata-rata A+. Meskipun lulus dengan terbaik , Guru fisikanya tetap menyayangkan karena Jason tidak pernah berniat meminta maaf kepada guru fisikanya.

Dalam ilmu psikologi, IQ dan lingkungan tempat tinggal sangat berpengaruh. ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa IQ hanya berpengaruh dalam kesuksesan 20% saja sehinnga 80% dipengaruhi kekuatan kekuatan lain.

Daniel Goleman menjelaskan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan seperti motivasi diri dan bertahan menghadapi frustasi: mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih lebihkan kesenangan: mengatur suasana hati dari beban stress agar tidak melumpuhkan pikiran: berempati dan berdoa.

dikutip dari buku Daniel Goleman terbitan Gramedia

 

 

Tuhan Dan Surga

Surga
Kukira aku masuk surga

KUPIKIR MASUK SURGA RUPANYA MASUK NERAKA
oleh Mudita Dewi
Tersebutlah di sebuah negeri gondal gandul terdapat sekelompok massa yang merasa mereka orang2 pilihan Allah,mereka menamakan dirinya sebagai pembela agama yg diturunkan Allah.Setiap tindakannya disebut sebagai tindakan Allah.Bahkan mereka tidak segan-segan bawa pentungan,memukuli rakyat atas nama Allah.Kalau ada kelompok yang membela mereka sebut sebagai kelompok pengkhianat Allah walaupun kelompok yang membela juga seagama dengan mereka. Suatu hari ketua kelompok ini jatuh sakit dan meninggal dunia,semua anggotanya berdoa untuk ketua kelompok ini agar masuk Surga dan diterima disisi Allah.Tetapi saat Arwah ketua kelompok ini berjalan di atas langit menemui Allah,dia dicegat di perjalanan oleh Malaikat,Malaikat bertanya:”Ada apa kamu berjalan kemari,ini jalan bukan untukmu,Si Ketua Kelompok berkata:Aku berjalan kemari untuk menemui yang mulia Allah,karena hidup di dunia ini aku sudah menjalankan semua kepentingan mengatasnamakan Allah.Malaikat menjawab: Menurut yang Mulia Allah,justru kamu adalah orang yang paling dilaknat Allah,karena Allah tidak pernah memerintahkan seorang manusia pun di dunia ini untuk menghakimi orang lain atas nama Allah,Allah dan kami para Malaikat sudah punya perangkat yg canggih untuk mengetahui siapa yg berdosa dan siapa yang berpahala di muka bumi ini,dan alat kami tidak mungkin salah,apakah kamu mau menghina perangkat2 canggih Allah? Tidak tahukah kamu bahwa tidak ada seorang manusia pun dapat bertindak seadil2nya seperti yang Mulia Allah? Manusia sering bertindak hanya mengikuti hawa nafsu,kepentingan pribadi dan kelompoknya,jangan sekali-kali membawa nama Allah untuk tindakan-tindakan penghakiman,Allah melaknat hal2 tersebut.Manusia hanya diperintahkan berbuat baik sesama manusia,saling mengasihi sesama ciptaan Allah,jangan menyakiti yg lainnya,lebih dari itu tidak perlu,karena Allah punya alat untuk medeteksi kebenaran dan kesalahan,kebohongan dan kejujuran,keikhlasan dan kemunafikan,tidak perlu manusia2 ikut campur urusan penghakiman ini,Allah lah yg akan memberikan azab dan pahala kepada setiap umatnya.Oleh karena itu TEMPATMU ADALAH DI NERAKA BUKAN DI SURGA KARENA TELAH MENCEMARKAN NAMA BAIK ALLAH DI MUKA BUMI.Prajurit bawa orang ini ke neraka! Akhirnya Si Ketua kelompok diseret oleh Prajurit langit menuju neraka,dia berteriak-teriak ketakutan minta tolong dan minta ampun,namun apa daya selama hidup di dunia sudah berbuat angkara murka mengatasnamakan Allah,maka siksa neraka yg begitu dashyatnya pun harus diterima.