Enam Jenis Guru (Anda Termasuk Yang Mana?)

Enam Jenis Guru (Anda Termasuk Yang Mana?)


Apapun pekerjaan anda, Anda pasti akan mengharapkan hasil yang maksimal.  Begitu pula dengan Guru yang beberapa waktu mendapat sorotan dari pemerintah Indonesia. Tetapi harus anda ketahui  ada empat macam Jenis Guru dalam buku Etos Keguruan oleh Jansen Sinamo. Tapi disini akan saya paparkan Enam jenis Guru.

Tipe Guru Yang pertama Adalah Guru KW 1

Guru model pertama ini yang dipikirkanya hanya gaji tiap bulan. Dibenaknya Negara ini bukan milikku, sekolah ini juga bukan milikku, tugasku hanya ngajar tak lebih dan tak kurang.  Mau siswanya jungkir balik, tidak jelas dan bodoh pintar ia tidak peduli yang penting administrasi Guru lengkap. Dihatinya Bodo amat yang penting gua tiap bulan gajian. Bekerja sebagai guru hanya untuk mencari nafkah , cari sesuap nasi,  syukur-syukur bisa jadi PNS. Dalam buku J Sinamo disebut Guru E-Ge-Pe alias Guru emang gue pikirin.

Tipe Guru Yang Kedua Adalah Guru BS

Guru model dua ini agak luar biawak, Guru tipe ini adalah guru yang lumayan parah sering kritik kanan-kritik kiri. Di depan kepala sekolah/ Kepala Yayasan ia sok paling pinter. Teorinya seabrek tapi kerjaannya Cuma baca WA, BBM/line dan Sosmed. Kalau ketemu masalah bukannya mencari solusi, tapi selalu mencari kambing hitam dan menyalahkan teman sesama guru. Mengajar ala kadarnya, seenak bokongnya sendiri dan bukanya menyampaikan materi tapi sering menyebar Gosip di kelas. Tak pernah menghargai siswa, dimatanya guru adalah mahatahu dan maha benar. Biasanya Guru tipe ini amburadul baik dilapangan dan Administrasinya. ia adalah guru dimata masyarakat tapi monster di mata siswa. Guru ini di pakai sekolah karena terpaksa gak ada yang lain. Dalam buku J. Sinamo guru tipe ini disebut guru Doykrit alias doyan kritik.

Tipe Guru Yang KeTiga Adalah Guru Setengah Hati

Guru ini lumayan diawal-awal ia menjadi guru, semangatnya menggebu-gebu. Tetapi lama-kelamaan semangatnya menjadi guru melempem karena tahu gaji guru berbanding terbalik. Berbeda dengan pekerjaan yang lain Guru honorer memang mengajar satu bulan terima gaji seminggu (tidak percaya makanya jadi guru di Desa). Ada juga yang semangat jadi gurunya luar biasa, tetapi setelah jadi PNS mulai mengendur. Guru tipe ini oleh Sinamo Guru ESTEHA alias Guru Setengah hati.

Tipe Guru Yang Ke Empat adalah Guru Admin

Tipe guru yang ini bisanya Cuma bisa buat rpp dan administrasi tapi tak mampu menularkan ilmu mereka. Ibarat pohon ia adalah pohon yang mandul tak berbuah. Ia hanya kasih tugas seabrek ke siswanya. Ia bangga kalau siswanya tak mampu mengerjakan, padahal dia sendiri tak bisa menyelesaikan. Tak hanya itu, ia juga sering meninggalkan kelas dan sering kosong. Jika ditanya nilai bukan sulap bukan sihir, semua nilai siswa tiba-tiba muncul seperti jaelangkung. Tugas anak-anak tak pernah dikoreksi (apalagi dikembalikan ke siswa) dibawa pulang hanya buat bungkus kacang. Ia sudah lupa tugas guru yang gemakan oleh Ki Hajar Dewantara.

 

Tipe Guru Yang Ke Lima adalah Guru Setengah Dewa

Guru yang ini cukup lumayan jika dilihat dimata Tuhan tapi akan buram di mata Badan Akreditasi. Ia adalah guru yang peduli dengan siswa. Ketika siswa dalam kesulitan ia selalu memberikan solusi terbaik. Guru ini sangat dekat dan tahu bagaimana kharateristik siswanya. Yang ia perhatikan hanya untuk perkembangan dan kemampuan siswa demi sekolah. Guru tipe ini sangat hobby banget kalau ngajar. Secara materi dia juga mumpuni mapel yang ia ampu. Dia merupakan teladan yang baik, ing ngarso sung tulodho kata Ki Hajar. ia tak peduli gajinya berapa di sekolah yang ia banggakan hanya siswanya prestasi dan berubah menjadi lebih baik di sekolah. Tapi sayang karena saking dekat dan peduli dengan siswa ia sampai lupa tugas-tugas guru dalam membuat rpp dan administrasi guru.

Tipe Guru Yang Ke Enam adalah Guru Sejati

Guru yang ini adalah guru beneran, bukan KW 1, KW 2 atau BS. Tak hanya setengah dewa tapi ia juga ahli dalam menyusun administrasi guru. Ia adalah guru sejati di mata masyarakat, siswa, pengawas dan Tuhan. Dalam perjalanan menjadi guru ia selalu mengembangkan kemampuannya. Ia menjadi Guru dari hati dan memang sudah mendarah daging dalam dirinya. Guru adalah rahmat katanya. bukan sekedar profesi.

Sebenarnya ada satu tipe guru lagi yang ingin saya terangkan yaitu Guru Genit yaitu guru yang baru lulus dari perguruan tinggi yang suka godain siswa-siswanya. Biasanya guru ini ngajarnya di jenjang SMP atau SMA. Jika masih ada tipe guru yang lain boleh ditambahkan.

RED BY KOKOMONK

Randen Rangga Warsita

Randen Rangga Warsita

Ranggawarsita  (baca Ronggo Warsito) lahir pada hari Senin Legi , 10 dulkaidah 1728 tahun Jawa atau 15 maret 1802 Masehi. Beliau di besarkan oleh Nyai Ageng Pajangswara.  Terkenal dengan Nama muda Bagus Burham.  Ia memiliki banyak guru salah satu diantaranya Kyai Imam Kasan Besari menatu Sri Sultan Paku Buwana IV di Surakarta. Beliau selama Hidupnya mengabdi pad 5 raja, sinuwun Paku Buwana V-IX.

Raden  Rangga Warsita wafat pada tahun 1873 dimakamkan di Palas, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Raden Ngabehi Ranggawarsita adalah seorang sastrawan jawa yang sangat peduli dengan masalah sosial. Jaman Edan adalah salah satu istilah yang familiar dikenalkan  oleh penulis pajang tersebut.

Karena tulisan beliau berbagai peneliti dan pengamat serta cendikiawan memperkirakan bahwa Indonesia akan kedatangan seorang satria piningit. Satria piningit tersebut diramalkan akan memimpin Indonesia untuk mengatasi kerusuhan besar. Indonesia akan bangkit menuju kemakmuran dan kejayaan seperti masa keemasan jaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.

Adapun ajaran kepemimpinan yang dikemukakan oleh sang pujangga Ranggawarsita adalah

Dasa Dharma pemimpin

  1. Paraciga adalah kebajikan pertama seorang pemimpin harus rela berkorban demi rakyatnya.
  2. Ajava adalah kebajikan kedua seorang pemimpin harus berhati tulus.
  3. Dana adalah kebajikan ketiga seorang pemimpin harus gemar beamal dan berdana.
  4. Tapa adalah kebajikan keempat seorang pemimpin harus hidup bersahaja dan sederhana.
  5. Susila adalah kebajikan kelima seorang pemimpin harus memiliki moralitas yang baik.
  6. Madava adalah kebajikan keenam seorang pemimpin harus memiliki prilaku ramah-tamah.
  7. Akodha adalah kebajikan ketujuh seorang pemimpin tidak boleh gampang marah dan pendendam.
  8. Khanti adalah kebajikan kedelapan seorang pemimpin harus memiliki kesabaran yang tinggi.
  9. Avirodhana adalah kebajikan kesembilan seorang pemimpin yang tidak suka mencari musuh.
  10. Avihimsa adalah kebajikan kesepuluh seorang pemimpin tidak boleh bersifat kejam.
Puisi untuk Ibu di Wisuda

Puisi untuk Ibu di Wisuda

 

Hari ini adalah hari yang bahagia yang ada di ruangan ini

kebahagiaan akan lebih lengkap apabila dikelilingi oleh orang yang kita cintai,

berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tak diragukan lagi ketulusan cintanya,

dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita.

yaitu keluarga terutama orangtua. keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini tidak terlepas dari cinta kasih sayang dukungan serta bimbingan dari orang tua, bahagiaku surga mereka deritaku pilu mereka berdua.

karya Feby

aku berdiri mengenakan toga di jalan setapak yang gelap,

padanganku tertuju didua orang di kejauhan sana dengan senyuman yang tak asing dimataku.

dua orang yang sangat aku hargai dan dua orang yang sangat aku hormati, aku cintai dan aku sayangi.

ya mereka papa dan mamaku. dengan disertai senyuman aku menghampiri mereka.

seiring langkah telintas dibenakku atas apa yang aku lakukan terhadap hidupku selama ini.

mama yang telah mengandungku Sembilan bulan, mama yang telah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir didunia ini, mama juga yang telah merawatku sebagai tanda kasih saying.

papa yang telah mendidikku, papa yang rela kerja banting tulang iklhas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup detik demi detik hari demi hari bahkan tahun demi tahun, apakah yang dapat aku lakukan untuk membalas mereka, sering aku tutup kuping gak mendengarkan mereka, sering banget aku bohongi mereka demi kepuasanku, sering aku melawan jika mereka marah karena kenakalanku, sering juga aku banting pintu dihadapan mereka jika mereka tak mengabulkan permintaanku, dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kotor yang tak patut keluar dari bibirku. dasar cerewet, katrok kuno kolot, tapi apakah mereka menyimpan rasa dendam kepadaku.

tidak, tidak sama sekali mereka dapat tulus memaafkan kekilafanku, mereka tetap menyayangiku dalam doa-doa setiap hembusan nafas mereka, bahkan mereka tetap menyebut namaku setiap hebus doa-doa hingga aku seperti sekarang ini, ya tuhan betapa durhakanya aku, tak sadarkah aku, bahwamereka orang yang sangat berarti, langkah-langkahku terhenti dihadapan mereka. kupandangi mereka inchi demi inchi, badan yang dulu tegap kekar kini mulai membungkuk,rambut yang dulu hitam kini mulai memutih kulit yang dulu kencang kini mulai berkeriput,kutatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata bahagia, air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini, kucium tangan mereka kupeluk mereka sambil berkata terima kasih mama terimakasih papa.